Rabu, 09 November 2011
Agroteknologi UNILA: Hutan Sumatera Masuk Situs Terancam sumber : http:...
Agroteknologi UNILA: Hutan Sumatera Masuk Situs Terancam sumber : http:...: Hutan Sumatera Masuk Situs Terancam sumber : http://www.hariini.info/2011/07/11/hutan-sumatera-masuk-situs-terancam.html World Herita...
Hutan Sumatera Masuk Situs Terancam
sumber : http://www.hariini.info/2011/07/11/hutan-sumatera-masuk-situs-terancam.htmlSejak tahun 2004, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mendorong masuknya kawasan hutan Sumatera dalam daftar situs terancam. Dalam monitoring selama 5 tahun terakhir, IUCN dan UNESCO menemukan bahwa hutan Sumatera memang butuh restorasi segera. Pembangunan jalan, pertanian, dan perkebunan adalah ancaman utama bagi hutan ini.
“Masuknya hutan hujan tropis Sumatera dalam daftar situs terancam adalah pesan bagi dunia untuk mendukung pelestarian situs ini. Komite telah mengambil keputusan setelah debat bertahun-tahun. Kita perlu memastikan bahwa ini mendorong adanya langkah nyata untuk mengatasi ancaman yang ada,” kata Peter Suide, senior advisor on World Heritage IUCN ".
| Panen Hibrida di Pasuruan
Sumber Berita : Biro Umum dan Humas Deptan RI |
| Brasil Jajaki Kerjasama di Bidang Riset Pertanian
Sumber Berita : Biro Umum dan Humas Departemen Pertanian RI |
Selasa, 25 Oktober 2011
Kementan – WFP Luncurkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan
Update Tanggal : 25-Oct-2011, 16:51:29
| Sumber Berita : Sekretariat Jenderal |
Gorontalo
– Kementerian Pertanian bersama dengan Badan Pangan Dunia (The United
Nations World Food Programme, WFP) meluncurkan Peta Ketahanan dan
Kerentanan Pangan untuk 14 Provinsi paling rentan pangan di Indonesia.
Peta tersebut merupakan tindak lanjut dari peta versi nasional yang
telah dipublikasikan sebelumnya pada tahun 2010. Adapun 14 provinsi
tersebut antara lain provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat,
Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah,
Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Sumatera
Selatan, Maluku dan Nanggroe Aceh Darussalam.
“Peta
ini dapat dijadikan referensi dalam pedoman bagi upaya penurunan
kerawanan pangan sebagai tindak lanjut dari komitmen Indonesia dalam
pencapaian Millennium Development Goals,” kata Menteri Pertanian, Dr.Ir.
Suswono, MMA saat meluncurkan peta ketahanan dan kerawanan pangan
tersebut di Auditorium BPIJ Gorontalo pada Kamis (20/10).
Peta
tersebut telah menganalisis dan mengklasifikasikan tingkat kerentanan
pangan dengan menitikberatkan kepada aspek ketersediaan pangan, akses
pangan oleh rumah tangga, dan pemanfaatan pangan oleh individu. Selain
itu, peta tersebut juga berfungsi sebagai alat penyedia pembanding
berbentuk statistik yang berguna dalam penentuan sasaran geografis bagi
pemerintah untuk mewujudkan situasi ketahanan pangan dan gizi dalam
negeri. Diharapkan, peta tersebut bisa digunakan oleh berbagai lembaga,
seperti Badan Ketahanan Pangan Provinsi, Badan Pusat Statistik,
Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan
Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Sementara
itu, Acting Country Director WFP, Peter Guest mengatakan bahwa
perubahan iklim dan bencana alam yang sering terjadi serta kenaikan
harga pangan menjadikan masalah kelaparan semakin sulit untuk diatasi.
“Investasi dan upaya gigih dalam merampungkan Peta Ketahanan dan
Kerentanan Pangan Propinsi ini merupakan bukti komitmen kuat pemerintah
Republik Indonesia untuk mencapai ketahanan pangan dan gizi di 14
Provinsi tersebut,” demikian kata Peter Guest.
Peta
Kerentanan Pangan pertama Indonesia dikembangkan pada tahun 2005 oleh
pemerintah Indonesia dan WFP, sedangkan edisi kedua diluncurkan langsung
oleh Presiden Yudhoyono pada tahun 2010.
Sumber: Biro umum dan Humas
|
Mentan Tegaskan Agar Pemda Tidak Beri Izin Alihfungsi Lahan Pertanian
| Sumber Berita : Biro Umum dan Humas |
Cirebon – Menteri Pertanian Dr. Ir. Suswono, MMA mengaku
sangat prihatin atas banyaknya alih fungsi lahan pertanian selama ini. Untuk itu, Mentan meminta
agar setiap Bupati atau Pemerintah Daerah di Indonesia tidak mudah memberikan izin alih fungsi lahan
pertanian di daerahnya.
"Saya sangat prihatin atas banyaknya alih fungsi lahan ini.
Sekarang sawah dikepung bangunan. Lahan produktif kita banyak yang beralihfungsi, padahal kekurangan
pangan adalah masalah besar," kata Mentan saat melakukan dialog interaktif dengan petani, penyuluh,
dan pemangku kepentingan lainnya di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu
(10/9).
Lebih lanjut, Mentan mengungkapkan bahwa kondisi iklim yang berubah – ubah
menjadi masalah tersendiri bagi pertanian di Indonesia,hal itu semakin diperburuk dengan adanya
konversi lahan produktif yang semakin luas. "Jadi kondisi iklim ini jangan diperparah dengan adanya
konversi lahan produktif," katanya.
Menurut Mentan, hingga saat ini
tercatat sedikitnya 100 ribu lahan produktif yang beralih fungsi. Tidak hanya beralih fungsi menjadi
perumahan, banyak pula lahan tanam padi yang beralih fungsi menjadi tanaman tebu hingga kelapa sawit
seperti yang terjadi di luar Jawa.
|
Kamis, 20 Oktober 2011
Mentan Ajak Masyarakat Tingkatkan Konsumsi Telur dan Daging Ayam
| Sumber Berita : Sekretariat Jenderal |
Jakarta – Tingkat konsumsi telur dan daging ayam masyarakat
Indonesia yang masih rendah membuat prihatin Menteri Pertanian, Dr.Ir. Suswono, MMA. Menurutnya,
hingga saat ini tingkat konsumsi telur masyarakat Indonesia hanya 87 butir/kapita/tahun dan daging
ayam 7 kg/kapita/tahun. Angka ini tentu lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi telur di Malaysia
yang mencapai 311 butir/kapita/tahun (hampir 1 butir/kapita perhari) dan daging ayam mencapai 36
kg/kapita/tahun. Untuk itu, Mentan mengajak masyarakat untuk mau meningkatkan konsumsi daging dan
telur. ”Telur ini kaya protein dan senyawa lemak yang baik bagi tubuh, karena itu jangan takut
mengkonsumsi telur untuk menu makanan sehari- hari,” kata Mentan saat menghadiri Festival Ayam dan
Telur (FAT) di Taman Parkir Timur (Parkit) Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu
(15/10).
Ketua Panitia Festival Ayam dan Telur, Rahmat Nuryanto mengatakan
bahwa pada Festival Ayam dan Telur tersebut dihadirkan berbagai produk olahan ayam dan telur serta
disajikan juga info seputar kandungan protein serta tips memilih daging ayam yg sehat dan
berkualitas baik. ”Dengan festival ini kami ingin mengajak masyarakat untuk mau mengonsumsi ayam dan
telur,” katanya.
Kegiatan Festival Ayam dan Telur tahun 2011 ini diharapkan
menjadi momentum awal kegiatan bersama promosi ayam dan telur yang berkesinambungan, serta menjadi
agenda rutin masyarakat perunggasan Indonesia secara
nasional.
|
Langganan:
Postingan (Atom)