JAKARTA – Menteri Pertanian Dr. Ir.
Suswono MMA menerima kunjungan Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Paulo
Alberto Da Silveira Soares untuk menjajaki beberapa kerjasama di bidang
pertanian.Menurut Mentan, Brasil menginginkan kerjasama yang
lebih intens di bidang peternakan dan tanaman pangan khususnya
pengembangan riset untuk menghasilkan benih unggul pada tanaman kedelai
dan tebu. ”Saya rasa, tawaran kerjasama ini sangat potensial
mengingat Indonesia saat ini sedang gencar melaksanakan program
swasembada kedelai dan gula. Apalagi Brasil selama ini sukses
mengembangkan kedelai dan komoditas tebu untuk menghasilkan gas etanol,”
kata Mentan. Berkaitan dengan keinginan Brasil untuk
melakukan eksportasi daging sapi ke Indonesia, Pemerintah Indonesia
menyampaikan bahwa berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi No. 18/
2009, importansi ternak hidup, daging dan produk turunannya hanya dapat
dilakukan dari negara yang memiliki status bebas penyakit (country base
status). ””Perlu ada follow up tentang status country base ini karena
dapat menghambat kerjasama dengan negara – negara lain yang menganut
zona base. Kalau perlu dilakukan revisi UU no 18 tahun 2009 agar bisa
kembali ke zona base atau bahkan ke protection zone yang dimungkinkan
oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE),” jelas Mentan.Kunjungan
Duta Besar Brasil kali ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan
Indonesia – Brasil sebelumnya. Sebagaimana diketahui, Indonesia dan
Brasil telah melaksanakan Sidang Komisi Bersama (SKB) sebanyak dua kali
dan pada pertemuan SKB ke- 2 yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal
3-4 Oktober 2011 yang lalu, atas permintaan pihak Brasil telah dibentuk
Working Group on Agriculture yang menghasilkan beberapa kesepakatan
diantaranya tentang kesiapan Indonesia untuk melakukan penandatanganan
MoU antara Kementerian Pertanian – EMBRAPA serta Technical Cooperation
Project (TCP) di bidang kerjasama penelitian dan pertukaran material
genetic kelapa sawit dan penelitian serta pertukaran ahli di bidang gula
tebu. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar