PASURUAN - Menteri Pertanian Dr. Ir.
Suswono, MMA bersama puluhan anggota Kelompok Tani Rukun Tani di Desa
Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, melakukan panen raya
Varietas Padi Sembada 168 pada lahan seluas 10 hektar. Dari hasil
ubinan, panen kali ini menghasilkan 6,45 kg atau setara dengan 10,32
kwintal per hektar gabah kering atau 89,28 kwintal per hektar gabah
giling. Varietas Padi Sembada 168 ini memang memiliki keunggulan
dibandingkan varietas lainnya seperti pontensi produksi lebih tinggi,
posisi tanaman tegak dan ketahanan terhadap hama penyakit lebih tangguh.
Dalam kesempatan itu, Bupati Pasuruan, Dade Angga menjelaskan bahwa
Kabupaten Pasuruan memiliki potensi lahan yang sangat strategis terdiri
dari sawah seluas 39.323,9 Ha, pekarangan 9.165,62 Ha, Tegal 44.516,34
Ha dan hutan 27.808,33 Ha. Potensi tersebut semakin terlihat
dengan adanya dukungan Pemerintah Pusat melalui program peningkatan
produksi, produktivitas dan mutu produk tanaman pangan dan holtikultura
serta berbagai bantuan mulai dari alsintan hingga bibit tanaman kedelai,
jagung hibrida, padi hibrida dan non hibrida untuk 431 kelompok tani,
327 desa dan 24 kecamatan. “Untuk itu kami mengucapkan terima kasih
atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat,” ungkap Dede.
Sementara itu, Mentan mengaku senang dengan hasil panen padi hibrida
kali ini sebab pertanaman padi hibrida dinilai memiliki banyak kendala
dalam budidayanya, apalagi pada kondisi iklim yang kurang bersahabat
pada akhir - akhir ini. "Namun hal itu tidak berlaku bagi
kelompok tani Rukun Tani yang dapat melakukan panen dengan sukses dan
mendapatkan produktivitas tinggi. Hal ini membuktikan bahwa padi hibrida
dapat dibudidayakan secara baik di Indonesia," jelas Mentan.
Lebih lanjut Mentan mengatakan bahwa padi hibrida merupakan salah satu
hasil inovási teknologi maju, untuk menjawab tantangan makin
meningkatnya jumlah permintaan beras, sementara lahan sawah terus
berkurang sehingga peningkatan produksi harus dilakukan melalui
peningkatan produktivitas. Mentan menghimbau kepada semua kelompok tani
untuk melakukan penanganan yang intensif terhadap padi hibrida ini,
yaitu pemupukan secara maksimal, pengairan dan pembasmian terhadap hama.
Selain itu, Mentan berpesan agar varietas hibrida ini harus
dibuat di dalam negeri. Pada kunjungan ini, Mentan juga menyerahkan
bantuan berupa benih kepada beberapa kelompok tani yang memenangkan
lomba ubinan. Sumber: Biro Umum dan Humas |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar